Selamat datang di Blog SMAN 1 CLURING

Minggu, 17 Januari 2016

POLSEK CLURING SOSIALISASI BAHAYA PEDOFILIA

Smaring (18/01) - Kata pedofilia berasal dari bahasa Yunani: paidophilia (παιδοφιλια)—pais (παις, "anak-anak") dan philia (φιλια, "cinta yang bersahabat" atau "persahabatan". Pedofilia adalah kecenderungan seseorang yang telah dewasa baik pria maupun wanita untuk melakukan aktivitas seksual berupa hasrat ataupun fantasi impuls seksual dengan anak-anak kecil. Bahkan terkadang melibatkan anak dibawah umur. 

Pedofilia adalah perbuatan seks yang tidak wajar dimana terdapat dorongan yang kuat beulang-ulang berupa hubungan kelamin dengan anak pra-pubertas atau kesuakaan abnormal terhadap anak, aktivitas seks terhadap anak-anak (Dorlan. 1998). Banyaknya kejadian pelecehan seksual kepada anak-anak dibawah umur yang marak terjadi akhir-akhir inilah yang mendasari pihak dari POLRES BANYUWANGI melakukan sosialisasi kepada pelajar SMA yang ada di Banyuwangi khususnya di SMAN 1 Cluring. Lewat POLSEK CLURING kegiatan sosialisasi tentang bahaya Pedofilia disampaikan oleh Ka.Polsek Cluring melalui Humasnya Yakni Aiptu Ghozali. Dalam amanatnya Kapolres Banyuwangi menghimbau agar para siswa tahu dan mengetahui ciri maupun pelaku pedofilia serta menjauhi dan kalau perlu melawan jika terjadi gejala-gejala yang melecehkan terhadap diri kita.

Anak-anak yang menjadi korban pedofilia akan mendapatkan gangguan secara mental dan fisik, dan itu dapat terjadi dalam jangka yang panjang. Gangguan secara fisik adalah gangguan kesehatan. Belum lagi jika sampai terjadi kehamilan.Anak-anak korban pedofilia tentunya juga akan mengalami gangguan kejiwaan.Dan sebagaimana umumnya yang banyak terjadi, anak-anak korban pedofilia biasanya juga akan tumbuh dengan kelainan seksual yang sejenis.
Cara untuk mencegah pedofilia adalah lewat pendidikan. Anak-anak harus diajarkan untuk mencegah situasi yang membuat mereka rawan terhadap pedofilia. Orang dewasa yang bekerja dengan kaum muda harus diajarkan untuk menghindari situasi yang dapat ditafsirkan sebagai pedofilia. 

Di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), perbuatan yang dikenal sebagai pedofilia adalah perbuatan cabul yang dilakukan seorang dewasa dengan seorang di bawah umur. Dahulu, sebelum diberlakukannya UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (“UU Perlindungan Anak”), perbuatan cabul, termasuk terhadap anak di bawah umur, diatur dalam Pasal 290 KUHP. ancaman pidana bagi orang yang melakukan perbuatan cabul dengan anak yang memiliki jenis kelamin yang sama dengan pelaku perbuatan cabul, diatur dalam Pasal 292 KUHP. (sumber;https://prezi.com/gbjgranpct94/pedofilia-di-indonesia/).


 fotoby.hexa_smaring

FAVORITE DI LOMBA DIAJANG PRESTASI KPA BANYUWANGI

Smaring (18/01) - Lagi-lagi prestasi ditorehkan oleh salah satu siswa Smaring dalam ajang prestasi Duta HIV/AIDS se Kabupaten Banyuwangi. Dialah Moh. Efendi siswa dari Kelas XI. IPA.2 ini berhasil menyabet Juara Favorite dalam Lomba Presentasi tentang HIV/AIDS tingkat pelajar SMA/MA/SMK se Kabupaten Banyuwangi. Lomba yang digelar oleh Komisi Penanggulangan (KPA) Kabupaten Banyuwangi digelar pada Sabtu (16/01) yang lalu dan bertempat di Kampus Univeristas Banyuwangi (UNIBA).
Tidak hanya lomba presentasi saja yang diikuti oleh para siswa smaring dalam "Ajang Prestasi" tersebut, para siswa dan siswi ini mengikuti lomba-lomba yang lainnya semisal; Lomba desain poster HIV/AIDS, Lomba Jingle,dan Lomba menulis artikel, dikategori lomba tersebut siswa-siswi smaring masih belum beruntung. menurut Nurul Badriyah, S. Pd selaku pembina dan pendamping kegiatan ini mengungkapkan keterbatasan waktu yang membuat anak-anak belum menyiapkan diri secara maksimal, tapi syukur Alhamdulillah salah satu siswa kita masih bisa unjuk gigi dalam ajang ini. terima kasih untuk anak-anak smaring yang sudah bekerja keras mengikuti "Ajang prestasi" ini, serta kepada Bapak Kepala sekolah atas dukugannya.(hexa).

Penyerahan Tropy Ajang Prestasi kepada Komite Sekolah

Aiptu Ghozali, Moh. Efendi, dan Nurul Badriyah, S. Pd

fotoby. Hexa_smaring

Jumat, 15 Januari 2016

JUM'AT SEHAT DENGAN TANAM POHON BERSAMA

Penyerahan pohon secara simbolis
Smaring (15/01) - Sejak pagi tadi seluruh Guru, Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) beserta seluruh siswa-siswi sudah bersiap-siap untuk melaksanakan program penghijauan yang telah dicanang oleh oleh sekolah dalam rangka menuju Adiwiyata. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jum'at ini dimulai dengan Apel pagi yang dipimpin langsung oleh kepala SMAN 1 Cluring Drs. Sutjipto, M.Pd. Dalam Sambutannya Drs. Sutjipto mengharapkan partisipasi seluruh stake holder SMAN 1 Cluring untuk bersama-sama menjadikan sekolah ini bersih, hijau dan nyaman sebagai upaya menuju sekolah ADIWIYATA. Sebelum acara penghijaun dan penanaman pohon dilakukan prosesi penyerahan pohon atau tanaman secara simbolis dari siswa kepada Kepala Sekolah.
Selanjutnya dengan arahan dari Bapak Wakasek SMAN 1 Cluring Drs. Makhrus dan Moh. Suharso, S. Pd siswa dengan dibantu oleh Bapak/Ibu Guru wali kelasnya masing-masing menuju spot-spot tertentu untuk melaksanakan kebersihan sekaligus penanaman pohon. Beberapa tanaman yang ditanam diantaranya adalah, Manggis, Klengkeng,Palem merah dan masih banyak lagi tanaman yang lainnya. Para siswa dan guru tampak antusias dalam melakukan kegiatan ini,tampak kompak untuk melakukan kegiatan bersih-bersih ini. (hexa).












 fotoby_hexa//smaring

 

SMARING SERAHKAN SAS, PIP DAN BKSM KEPADA SISWANYA

Penyerahan dana SAS kepada perwakilan siswa
Smaring (15/01) - Bertempat di Ruang Multimedia SMAN 1 Cluring, ratusan siswa menerima dana bantuan dari Program Indonesia Pintar (PIP), Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM), dan Program dari Pemkab Banyuwangi yakni Program Siswa Asuh Sebaya (SAS). Program PIP adalah merupakan program Nasional dari Pemerintah Indonesia. Penyerahan Bantuan tersebut dilaksanakan pada Kamis (14/01) yang lalu kepada 104 siswa dengan total Dana Bantuan BKSM dan PIP yang diserahkan sebesar Rp. 81.120.000,- dengan masing-masing siswa menerima dana bantuan sebesar 780.000,- per siswa
Program Indonesia Pintar melalui KIP adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) yang berasal dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Program Indonesia Pintar melalui KIP merupakan penyempurnaan dari Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebelumnya.
Program Indonesia Pintar adalah salah satu program nasional (tercantum dalam RPJMN 2015-2019) yang bertujuan untuk:
  1. Meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar dan menengah.
  2. Meningkatan angka keberlanjutan pendidikan yang ditandai dengan menurunnya angka putus sekolah dan angka melanjutkan.
  3. Menurunnya kesenjangan partisipasi pendidikan antar kelompok masyarakat, terutama antara penduduk kaya dan penduduk miskin, antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan, antara wilayah perkotaan dan perdesaan, dan antar daerah.
  4. Meningkatkan kesiapan siswa pendidikan menengah untuk memasuki pasar kerja atau melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi
Penyerahan dana PIP
 Selain realisasi dana PIP dan BKSM, pada Jum'at (15/01) Juga diserahkan dana bantuan Siswa Asuh Sebaya (SAS). Program ini adalah program dari Pemkab Banyuwangi yang bertujuan guna membantu siswa atau siswa yang kurang mampu, sehingga diharapkan dengan adanya program SAS ini tidak ada lagi siswa yang putus sekolah. Kali ini sebanyak Rp. 6.450.000,- diserahkan kepada 43 siswa dengan masing-masing siswa mendapatkan dana SAS sebanyak Rp. 150. 000,-. Dana SAS ini adalah merupakan dana partisipasi dari para siswa yang pada waktu tertentu menyerahkan atau menyisihkan sedikit dari uang jajannya untuk membantu teman sebayanya, dana SAS ini dikelola sendiri oleh para siswa melalui OSIS SMAN 1 Cluring. 
Bupati Anas menjelaskan, melalui Gerakan SAS, siswa yang berasal dari keluarga mampu secara ekonomi membantu siswa dari keluarga kurang mampu. Secara berkala, di tiap sekolah, para siswa menggalang dana secara sukarela untuk membantu biaya pendidikan temannya yang kurang mampu. ”Ada yang menyumbang Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, sukarela untuk membangun kepedulian dan modal sosial di antara generasi muda di Banyuwangi,” kata Bupati Anas.
 Pada awal diluncurkan di tahun 2011, total dana SAS yang terkumpul  Rp 293 juta, meningkat menjadi Rp 1,05 miliar pada 2012, dan melonjak menjadi Rp 1,6 miliar pada 2013. Total penerima manfaat mencapai lebih dari 6.000 siswa dari 309 sekolah.
Pengelolaannya dilakukan dari siswa, oleh siswa, dan untuk siswa. "Jadi SAS ini bukan sekadar membantu siswa, tapi lebih dari itu adalah membangun kepedulian di lingkungan generasi muda. Rasa peduli, care, ini yang kita tumbuhkan karena sudah mulai hilang di masyarakat," kata Bupati Anas.
Bupati  Anas menambahkan, Gerakan SAS menjadi pelengkap dari program intervensi kebijakan pemerintah daerah lainnya. Di Banyuwangi, telah ada program Banyuwangi Cerdas dan Banyuwangi Belajar di mana para pemegang kartu program tersebut bisa mengakses pendidikan hingga perguruan tinggi dengan beasiswa dari Pemkab Banyuwangi.
Dari tahun ke tahun, angka putus sekolah di Banyuwangi terus menurun. Untuk tingkat SD/MI, angka putus sekolah menurun dari 0,05 persen pada 2011 menjadi 0,03 persen pada 2013.
Pada tingkat SMP/MTs, angka putus sekolah mencapai 0,48 persen pada 2011, lalu turun menjadi 0,42 persen pada 213. Adapun pada level SMA/SMK/MA, angka putus sekolah turun dari 1,01 persen pada 2011 menjadi 0,83 persen pada 2013. (Humas Protokol pemkab Banyuwangi).(fotoby_hexa)//



Siswa penerima dana PIP dan BKSM


Komite sekolah menyerahkan dana SAS kepada siswa

Kepsek Drs. Sutjipto menyerahkan dan SAS

Selasa, 12 Januari 2016

DUA SISWI SMARING JUARAI KEJUARAAN SILAT ANTAR PELAJAR

Smaring (13/01) - Kejuraan pencak silat antar pelajar tingkat SMA Negeri dan Swasta se Kabupaten Banyuwangi yang diselenggarakan Ikatan Pencak Silat Indonesia digelar beberapa waktu yang lalu, tepatnya sejak tanggal 25 Desember 2015 hingga 3 Januari 2016. Kejuaraan ini adalah merupakan agenda rutin IPSI Banyuwangi, yang salah satu tujuannya adalah untuk mengetahui atau sebagai tolok ukur prestasi Atlit pencak silat yang ada di Kabupaten Banyuwangi. kejuaraan pencak silat antar pelajar ini juga diharapkan melahirkan atlit-atlit berprestasi yang ada di Banyuwangi terutama dikalangan pelajar.



Dalam Kejurkab kali ini juga dipertandingkan beberapa kategori Tanding dan seni, dan SMA Negeri 1 Cluring dalam kerjukab kali ini mengirimkan 10 Atlitnya dalam kejuaraan tersebut, rata-rata semuanya mengikuti dikategori tanding. Beberapa siswa atau siswi dari SMARING berhasil meraih juara dalam kejurkab pencak silat antar pelajar kali ini, dan keduanya adalah pelajar putri yakni Finorika Andriani ( Juara 1 Kategori Tanding Kelas C putri), dan Eka Ayu Pengesti (Juara 2 Kategori Tanding Kelas D Putri). Kedua pelajar tersebut saat ini masih duduk dikelas sebelas ini diharapkan dapat terus meningkatkan dan mempertahankan prestasi yang telah diraih kali ini.
Kedua pelajar tersebut adalah para atlit pencak silat andalan dari SMAN 1 Cluring dan Keduanya juga sering mengikuti kejuaraan dan meraih juara. Imam Afandi, S. Pd selaku pembina Ekstrakurikuler Pencak silat mengatakan " bahwasanya kemenangan ini tak terlepas dari kerja keras para alit dan juga tangan dingin para pelatih yang secara sabar dan kontiyu mendidik dan melatik anak-anak dengan baik" ujurnya. " Kami mengucapkan terima kasih kepada para pelatih yang telah menjadikan para atlit pencak silat Smaring meraih juara, tak lupa kami juga mengucapkan selamat kepada anak-anak yang telah menjuarai Kejurkab pencak silat tahun ini, dan untuk yang belum juara tidak usah berkecil hati, berlatih lagi yang keras dan disiplin adalah kunci dari keberhasilan"tambahnya. (hexa)

Senin, 11 Januari 2016

FASILITATOR BALATIKA GENERASI KE 6 DILANTIK

Smaring (11/01) - Setelah melewati rangkaian panjang dalam tahapan seleksi dan penjaringan calon Fasilitator Balatika Outbound SMAN 1 Cluring untuk Generasi ke-6,akhirnya kemaren Minggu (10/01) bertempat di Kali Badeng Adventure Songgon ke-14 Anggota Baru Fasilitator BALATIKA OUTBOUD SMARING dilantik. " Ke-14 orang ini secara resmi akan mengemban tugas baru sebagai Fasilitator Outbound yang bernaung di Balatika outbound SMAN 1 Cluring" ujur Erise ketua panitia seleksi. Dalam kesempatan tersebut Erise, sapaan akrabnya juga membagikan informasi bahwasanya selama tahapan seleksi ini diikuti perserta lebih dari 30 orang yang terdiri dari siswa kelas X dan XI SMAN 1 Cluring, Tahapannya antara lain Seleksi adminitrasi, Tes Tulis, Wawancara, dan Public Speaking. Setelah semua tahapan tersebut dilewati oleh masing-masing peserta, maka dari pihak panitia memilih 14 orang yang berhasil menjadi calon fasilitator Balatika Outbound.
"Pelantikan anggota baru Balatikan Outbound Generasi ke-6 ini adalah merupakan tahapan akhir yang harus diikuti oleh peserta terpilih, sebelum mereka menjadi anggota resmi Balatika Outbound" ujur Bu. Ning selaku Pembina Balatika Outbound.
Sebelum pelaksanaan pelantikan, ke-14 orang tersebut melakukan presentasi dengan membuat permainan dan ice breaking baru dan semuanya itu lansung dipraktekkan dilapangan dengan peserta outbundnya dari semua anggota yang baru."Nampaknya para anggota baru ini mampu dan bisa dalam menerapkan semua aspek yang telah mereka dapatkan selama diklat yang dilaksanakan pada hari sebelumya" Ujur Erise. 
Tibalah saatnya pelantikan anggota baru,mereka diminta untuk mengikuti prosesi yang telah ditetapkan oleh panitia, dan sebagai tanda peresmian mereka juga di siram dengan bungga dan pemasangan Bet Balatika secara resmi oleh Pembina Balatika Outbound yakni Bu. Ning. 
Keseruan tak berakhir disini saja seluruh peserta pelantikan yang terdiri dari anggota baru dan anggota Balatika Gen-5 melakukan Tubing di sungai Badeng songgon yang terkenal dengan arusnya yang cukup menantang untuk dilakukannya Rafting atau Tubing.(hexa).










Minggu, 10 Januari 2016

KADO MANIS DIAWAL TAHUN BARU

Smaring (11/01) - Kado manis dipersembahkan oleh siswa-siswi SMAN 1 Cluring diawal tahun baru 2016 ini. Beberapa siswa SMAN 1 Cluring mempersembahkan gelar juara dari berbagai ajang lomba ataupun penghargaan yang laksanakan pada akhir tahun 2015 yang lalu. Lagi-lagi team spaghety bridge competition SMARING yang diadakan oleh POLTEK BANYUWANGI kembali berhasil menjadi yang terbaik dalam lomba tersebut.Yakni dengan meraih Juara 1 dan 2. Lomba rancang bangun jembatan yang bahan utamanya dari Mie Spagety ini diikuti oleh ratusan pelajar se-eks Karisidenan Besuki. 
Tak Hanya di situ saja Team Robot SMARING juga berhasil menjadi Juara 2 dalam Lomba Robot Line Tracer yang diadakan oleh Poliwangi Banyuwangi. " Kami ikut baru pertama kali ini, dan alhamdulilah kami bisa menjadi Juara 2 dalam lomba ini"ujur Edo Prayogo salah satu ketua team robot dari smaring. selanjutnya dalam rangka peringatan hari jadi banyuwangi beberapa waktu yang lalu. SMARING juga ikut serta dalam kegiatan Napak Tilas Perang Puputan Bayu yang diselenggarakan di Desa Songgon, dan team SMARING berhasil menjadi Juara 1 dalam lomba napak tilas yang menempuh jarak kurang lebih 10 KM ini. Bersamaan itu juga juga diserahkan penghargaan dari Bupati Banyuwangi kepada Moh. Efendi sebagai siswa berprestasi yang telah berhasil mengharunkan nama Kab. Banyuwangi diajang Nasional sebagai Juara 1 putra Festival Lomba seni siswa Nasional (FLS2N) Seni Kriya yang dilaksanakan dipalembang."Terima kasih kami sampaikan kepada semua siswa/siswi SMARING yang telah berhasil meraih prestasi dan mengharumkan nama SMAN 1 Cluring"ujur Kepsek Drs. Sutjipto, M.Pd. "Tak lupa ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Komite sekolah atas dukungannya selama ini, serta Bapak/Ibu guru pembina, yang telah membina dengan baik anak didiknya sehingga dapat meraih prestasi yang membanggakan ini"tambahnya.(hexa).

Juara 1 spaghety bridge compt, Moh. Efendi (penghargaan dari Gubernur Jatim), Febri D (Har.1 BEC)

Juara 1 Napak Tilas perang puputan bayu

Febri (Harapan 1 BEC )


Juara 2 SBC

Juara 2 Robot Line Tracer




 fotoby(hexa_smaring)
 

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites