Selamat datang di Blog SMAN 1 CLURING

Senin, 20 Februari 2017

RAFFLI ZULFAN - INDAH AYU PUTRA-PUTRI SMARING 2017

Putra-putri smaring 2017 (Rafli - Indah)
Smaring (21/02/2017) - Ajang pemilihan putra-putri smaring 2017 kembali di gelar, dan pada tahun ini Rafli Zulfan dan Indah Ayu Afsari terpilih menjadi Putra-putri smaring 2017 setelah menyisihkan sembilan pasangan yang lain dalam Grand Final Pemilihan Putra-Putri smaring yang digelar di Bazketball Zone smaring pada sabtu (18/02) kemarin. 

Kegiatan ini juga merupakan rangkaian menyambut peringatan Dies Natalis SMA Negeri 1 Cluring ke-21 Tahun 2017, acara ini diselenggarakan oleh OSIS SMAN 1 Cluring bekerjasama dengan Ikatan Putra-Putri Smaring (PAPI SMARING),Kegiatan kali kedua ini dilakukan bertujuan untuk memilih putra-putri Smaring yang berkepribadian baik dan berwawasan luas.  Hal ini sebagai upaya untuk memberikan motivasi dan mendorong generasi muda untuk ikut serta berperan aktif dalam kegiatan yang partisipatif di sekolah maupun diluar lingkungan sekolah serta kegiatan kepariwisataan dan seni budaya, serta meningkatkan kecintaan mereka kepada Smaring dan Kabupaten Banyuwangi.

Dalam pemilihan putra-putri smaring ini para finalis sebelumnya telah mengikuti Pendidikan dan Latihan (diklat), diklat yang laksanakan dalam dua hari ini di isi dengan beragam materi diantaranya; Etika dan kepribadian, Public Speaking, Peran pemuda dalam pembangunan, personal branding, problem solving, catwalk, koreografi dan Outbound. Pemateri-pemateri dalam kegiatan diklat tersebut di isi oleh orang-orang yang berkompeten dibidangnya.
Ke 20 orang finalis yang terdiri atas 10 orang putra dan 10 orang putri yang sebelumnya mereka lolos dari beberapa tahapan yang ada seperti, tahap seleksi administrasi, tes tulis,dan tes wawancara. 

Sebagai puncak dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut adalah Grand Final pemilihan putra-putri smaring 2017 yang digelar beberapa waktu yang lalu. Para finalis mengikuti tahap-demi tahapan sebelum penobatan yakni tes wawancara masing-masing finalis. Dari hasil tes wawancara tersebut, panitia melilih 5 (lima) pasang yang berikutnya masuk dalam babak Grand final ke 2. Dan pada akhirnya terpilihlah M. Rafli  Zulfan (X. IPS, 1) dan Indah Ayu Afsari (X.Mipa. 2) sebagai Putra dan Putri Smaring 2017. 

Berikut pemenang dalam ajang pemilihan putra-putri smaring 2017 :



Wakil 1 (Reinaldi - Carina)

Wakil 2 ( Luis Fernando - Putri Aliya)

Harapan 1 ( Dwi Bagas - Anggi )

Harapan 2 (Ferryan - Andini)

Favorite (Al Gevani - Elok Ayu)

Persahabatan ( Hafiz - Tasya)

Finalis dan Pemenang bersama Kepsek smaring Dra. Addiniyah




































 

PEMBUKAAN OLIMPIADE OLEH KACABDIN BANYUWANGI

Smaring (21/02/2017) - Pelaksanaan Olimpiade 4 in 1 CBT yang di laksanakaan oleh OSIS SMARING beberapa waktu yang lalu dibuka langsung oleh Bapak Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Banyuwangi yakni Drs. ISTU HANDONO, M.Pd. Dalam sambutannya beliau sangat mengapresiasi sekali kegiatan yang dilaksanakan oleh SMAN 1 Cluring, terlebih yang melaksanakan kegiatan ini adalah adik-adik dari OSIS SMARING. 
Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa diera sekarang ini yang mana teknologi dan informasi yang semakin canggih menuntut para siswa untuk berfikir cerdas dan cepat, salah satu caranya adalah dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang mengasah otak agar lebih cerdas yakni dengan mengikuti tryout-tryout seperti yang dilakukan oleh Smaring yakni OLIMPIADE 4 IN 1 CBT, dan ini merupakan langkah yang bagus sebagai media untuk menjembatani adik-adik SLTP yang akan datang dalam pelaksanaan Ujian Nasionalnya menggunakan komputer atau UNBK. 







OSIS SMARING GELAR OLIMPIADE 4 IN 1 CBT

Smaring (21/02/2017) - Osis SMA Negeri 1 Cluring kembali menggelar Olimpiade 4 in 1 Tingkat SLTP / MTs Negeri /Swasta se Kab. Banyuwangi. Acara yang digelar pada minggu (19/02) yang lalu dikuti lebih dari 500 peserta dari berbagai sekolah yang ada di wilayah selatan Banyuwangi. 
Olimpiade 4 in 1 pada tahun ini menggunakan sistem COMPUTER BASED TEST (CBT), jadi peserta yang ikut dalam lomba ini mengerjakan soal-soal test seperti dalam pelaksanaan UNBK. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya dari SMAN 1 Cluring untuk memfasilitasi adik-adik SLTP yang mulai tahun depan akan melaksanakan UNBK dan berbasis komputer.
Dalam kegiatan lomba tersebut dibagi dalam tiga sesi, hal ini dilakukan karena membludaknya jumlah peserta yang ikut dalam Olimpiade 4 in 1 kali ini. " kami sebelumnya memprediksikan yang ikut sekitar 300 an peserta, namun jelang hari terahir pendaftaran ternyata banyak sekolah yang mendaftarkan siswa-siswanya, tapi kami sudah siap mengantispasinya" ujur Iqbal Fatoni selaku Ketua Panitia.
dan berikut adalah hasil peringkingan dalam kegiatan olimpiade 4 in 1 CBT 2017 :






Minggu, 17 Januari 2016

POLSEK CLURING SOSIALISASI BAHAYA PEDOFILIA

Smaring (18/01) - Kata pedofilia berasal dari bahasa Yunani: paidophilia (παιδοφιλια)—pais (παις, "anak-anak") dan philia (φιλια, "cinta yang bersahabat" atau "persahabatan". Pedofilia adalah kecenderungan seseorang yang telah dewasa baik pria maupun wanita untuk melakukan aktivitas seksual berupa hasrat ataupun fantasi impuls seksual dengan anak-anak kecil. Bahkan terkadang melibatkan anak dibawah umur. 

Pedofilia adalah perbuatan seks yang tidak wajar dimana terdapat dorongan yang kuat beulang-ulang berupa hubungan kelamin dengan anak pra-pubertas atau kesuakaan abnormal terhadap anak, aktivitas seks terhadap anak-anak (Dorlan. 1998). Banyaknya kejadian pelecehan seksual kepada anak-anak dibawah umur yang marak terjadi akhir-akhir inilah yang mendasari pihak dari POLRES BANYUWANGI melakukan sosialisasi kepada pelajar SMA yang ada di Banyuwangi khususnya di SMAN 1 Cluring. Lewat POLSEK CLURING kegiatan sosialisasi tentang bahaya Pedofilia disampaikan oleh Ka.Polsek Cluring melalui Humasnya Yakni Aiptu Ghozali. Dalam amanatnya Kapolres Banyuwangi menghimbau agar para siswa tahu dan mengetahui ciri maupun pelaku pedofilia serta menjauhi dan kalau perlu melawan jika terjadi gejala-gejala yang melecehkan terhadap diri kita.

Anak-anak yang menjadi korban pedofilia akan mendapatkan gangguan secara mental dan fisik, dan itu dapat terjadi dalam jangka yang panjang. Gangguan secara fisik adalah gangguan kesehatan. Belum lagi jika sampai terjadi kehamilan.Anak-anak korban pedofilia tentunya juga akan mengalami gangguan kejiwaan.Dan sebagaimana umumnya yang banyak terjadi, anak-anak korban pedofilia biasanya juga akan tumbuh dengan kelainan seksual yang sejenis.
Cara untuk mencegah pedofilia adalah lewat pendidikan. Anak-anak harus diajarkan untuk mencegah situasi yang membuat mereka rawan terhadap pedofilia. Orang dewasa yang bekerja dengan kaum muda harus diajarkan untuk menghindari situasi yang dapat ditafsirkan sebagai pedofilia. 

Di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), perbuatan yang dikenal sebagai pedofilia adalah perbuatan cabul yang dilakukan seorang dewasa dengan seorang di bawah umur. Dahulu, sebelum diberlakukannya UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (“UU Perlindungan Anak”), perbuatan cabul, termasuk terhadap anak di bawah umur, diatur dalam Pasal 290 KUHP. ancaman pidana bagi orang yang melakukan perbuatan cabul dengan anak yang memiliki jenis kelamin yang sama dengan pelaku perbuatan cabul, diatur dalam Pasal 292 KUHP. (sumber;https://prezi.com/gbjgranpct94/pedofilia-di-indonesia/).


 fotoby.hexa_smaring

FAVORITE DI LOMBA DIAJANG PRESTASI KPA BANYUWANGI

Smaring (18/01) - Lagi-lagi prestasi ditorehkan oleh salah satu siswa Smaring dalam ajang prestasi Duta HIV/AIDS se Kabupaten Banyuwangi. Dialah Moh. Efendi siswa dari Kelas XI. IPA.2 ini berhasil menyabet Juara Favorite dalam Lomba Presentasi tentang HIV/AIDS tingkat pelajar SMA/MA/SMK se Kabupaten Banyuwangi. Lomba yang digelar oleh Komisi Penanggulangan (KPA) Kabupaten Banyuwangi digelar pada Sabtu (16/01) yang lalu dan bertempat di Kampus Univeristas Banyuwangi (UNIBA).
Tidak hanya lomba presentasi saja yang diikuti oleh para siswa smaring dalam "Ajang Prestasi" tersebut, para siswa dan siswi ini mengikuti lomba-lomba yang lainnya semisal; Lomba desain poster HIV/AIDS, Lomba Jingle,dan Lomba menulis artikel, dikategori lomba tersebut siswa-siswi smaring masih belum beruntung. menurut Nurul Badriyah, S. Pd selaku pembina dan pendamping kegiatan ini mengungkapkan keterbatasan waktu yang membuat anak-anak belum menyiapkan diri secara maksimal, tapi syukur Alhamdulillah salah satu siswa kita masih bisa unjuk gigi dalam ajang ini. terima kasih untuk anak-anak smaring yang sudah bekerja keras mengikuti "Ajang prestasi" ini, serta kepada Bapak Kepala sekolah atas dukugannya.(hexa).

Penyerahan Tropy Ajang Prestasi kepada Komite Sekolah

Aiptu Ghozali, Moh. Efendi, dan Nurul Badriyah, S. Pd

fotoby. Hexa_smaring

Jumat, 15 Januari 2016

JUM'AT SEHAT DENGAN TANAM POHON BERSAMA

Penyerahan pohon secara simbolis
Smaring (15/01) - Sejak pagi tadi seluruh Guru, Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) beserta seluruh siswa-siswi sudah bersiap-siap untuk melaksanakan program penghijauan yang telah dicanang oleh oleh sekolah dalam rangka menuju Adiwiyata. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jum'at ini dimulai dengan Apel pagi yang dipimpin langsung oleh kepala SMAN 1 Cluring Drs. Sutjipto, M.Pd. Dalam Sambutannya Drs. Sutjipto mengharapkan partisipasi seluruh stake holder SMAN 1 Cluring untuk bersama-sama menjadikan sekolah ini bersih, hijau dan nyaman sebagai upaya menuju sekolah ADIWIYATA. Sebelum acara penghijaun dan penanaman pohon dilakukan prosesi penyerahan pohon atau tanaman secara simbolis dari siswa kepada Kepala Sekolah.
Selanjutnya dengan arahan dari Bapak Wakasek SMAN 1 Cluring Drs. Makhrus dan Moh. Suharso, S. Pd siswa dengan dibantu oleh Bapak/Ibu Guru wali kelasnya masing-masing menuju spot-spot tertentu untuk melaksanakan kebersihan sekaligus penanaman pohon. Beberapa tanaman yang ditanam diantaranya adalah, Manggis, Klengkeng,Palem merah dan masih banyak lagi tanaman yang lainnya. Para siswa dan guru tampak antusias dalam melakukan kegiatan ini,tampak kompak untuk melakukan kegiatan bersih-bersih ini. (hexa).












 fotoby_hexa//smaring

 

SMARING SERAHKAN SAS, PIP DAN BKSM KEPADA SISWANYA

Penyerahan dana SAS kepada perwakilan siswa
Smaring (15/01) - Bertempat di Ruang Multimedia SMAN 1 Cluring, ratusan siswa menerima dana bantuan dari Program Indonesia Pintar (PIP), Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM), dan Program dari Pemkab Banyuwangi yakni Program Siswa Asuh Sebaya (SAS). Program PIP adalah merupakan program Nasional dari Pemerintah Indonesia. Penyerahan Bantuan tersebut dilaksanakan pada Kamis (14/01) yang lalu kepada 104 siswa dengan total Dana Bantuan BKSM dan PIP yang diserahkan sebesar Rp. 81.120.000,- dengan masing-masing siswa menerima dana bantuan sebesar 780.000,- per siswa
Program Indonesia Pintar melalui KIP adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) yang berasal dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Program Indonesia Pintar melalui KIP merupakan penyempurnaan dari Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebelumnya.
Program Indonesia Pintar adalah salah satu program nasional (tercantum dalam RPJMN 2015-2019) yang bertujuan untuk:
  1. Meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar dan menengah.
  2. Meningkatan angka keberlanjutan pendidikan yang ditandai dengan menurunnya angka putus sekolah dan angka melanjutkan.
  3. Menurunnya kesenjangan partisipasi pendidikan antar kelompok masyarakat, terutama antara penduduk kaya dan penduduk miskin, antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan, antara wilayah perkotaan dan perdesaan, dan antar daerah.
  4. Meningkatkan kesiapan siswa pendidikan menengah untuk memasuki pasar kerja atau melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi
Penyerahan dana PIP
 Selain realisasi dana PIP dan BKSM, pada Jum'at (15/01) Juga diserahkan dana bantuan Siswa Asuh Sebaya (SAS). Program ini adalah program dari Pemkab Banyuwangi yang bertujuan guna membantu siswa atau siswa yang kurang mampu, sehingga diharapkan dengan adanya program SAS ini tidak ada lagi siswa yang putus sekolah. Kali ini sebanyak Rp. 6.450.000,- diserahkan kepada 43 siswa dengan masing-masing siswa mendapatkan dana SAS sebanyak Rp. 150. 000,-. Dana SAS ini adalah merupakan dana partisipasi dari para siswa yang pada waktu tertentu menyerahkan atau menyisihkan sedikit dari uang jajannya untuk membantu teman sebayanya, dana SAS ini dikelola sendiri oleh para siswa melalui OSIS SMAN 1 Cluring. 
Bupati Anas menjelaskan, melalui Gerakan SAS, siswa yang berasal dari keluarga mampu secara ekonomi membantu siswa dari keluarga kurang mampu. Secara berkala, di tiap sekolah, para siswa menggalang dana secara sukarela untuk membantu biaya pendidikan temannya yang kurang mampu. ”Ada yang menyumbang Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, sukarela untuk membangun kepedulian dan modal sosial di antara generasi muda di Banyuwangi,” kata Bupati Anas.
 Pada awal diluncurkan di tahun 2011, total dana SAS yang terkumpul  Rp 293 juta, meningkat menjadi Rp 1,05 miliar pada 2012, dan melonjak menjadi Rp 1,6 miliar pada 2013. Total penerima manfaat mencapai lebih dari 6.000 siswa dari 309 sekolah.
Pengelolaannya dilakukan dari siswa, oleh siswa, dan untuk siswa. "Jadi SAS ini bukan sekadar membantu siswa, tapi lebih dari itu adalah membangun kepedulian di lingkungan generasi muda. Rasa peduli, care, ini yang kita tumbuhkan karena sudah mulai hilang di masyarakat," kata Bupati Anas.
Bupati  Anas menambahkan, Gerakan SAS menjadi pelengkap dari program intervensi kebijakan pemerintah daerah lainnya. Di Banyuwangi, telah ada program Banyuwangi Cerdas dan Banyuwangi Belajar di mana para pemegang kartu program tersebut bisa mengakses pendidikan hingga perguruan tinggi dengan beasiswa dari Pemkab Banyuwangi.
Dari tahun ke tahun, angka putus sekolah di Banyuwangi terus menurun. Untuk tingkat SD/MI, angka putus sekolah menurun dari 0,05 persen pada 2011 menjadi 0,03 persen pada 2013.
Pada tingkat SMP/MTs, angka putus sekolah mencapai 0,48 persen pada 2011, lalu turun menjadi 0,42 persen pada 213. Adapun pada level SMA/SMK/MA, angka putus sekolah turun dari 1,01 persen pada 2011 menjadi 0,83 persen pada 2013. (Humas Protokol pemkab Banyuwangi).(fotoby_hexa)//



Siswa penerima dana PIP dan BKSM


Komite sekolah menyerahkan dana SAS kepada siswa

Kepsek Drs. Sutjipto menyerahkan dan SAS

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites